UMRAH dan Pakar Internasional Tebar Benih Betta miniopinna di Bintan

TELUK SEBONG, BINTAN – Langkah konkret penyelamatan satwa endemik yang terancam punah resmi dilakukan di Kabupaten Bintan. Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) merealisasikan komitmen pelestarian lingkungan dengan melepasliarkan ratusan ekor benih ikan Betta miniopinna kembali ke habitat aslinya di kawasan Senggiling, Desa Teluk Sebong, pada Minggu (17/5/2026).

Berita UMRAH

Aksi nyata di lapangan ini merupakan puncak dari rangkaian agenda Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional bertajuk “Aquaculture and Restocking of Betta miniopinna and Fish Photography Workshop” yang dimulai sejak sehari sebelumnya. Menjelang pelaksanaan restocking, urgensi mengenai penyelamatan ikan petarung mini ini telah digarisbawahi oleh para akademisi.

Berita UMRAH
Dr. Veryl Hasan memaparkan urgensi penyelamatan habitat Betta miniopinna
Pakar perikanan, Dr. Veryl Hasan, saat memaparkan urgensi penyelamatan habitat Betta miniopinna dalam sesi pematangan agenda PkM Internasional di Bintan, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Dok. UMRAH)
Pernyataan Pakar
“Restocking benih Betta miniopinna ke habitat aslinya menjadi fokus utama, karena status spesies ini kian terancam,” ujar pakar perikanan, Dr. Veryl Hasan, pada sesi pematangan agenda yang digelar Sabtu (16/5/2026).
Berita UMRAH

Berangkat dari komitmen tersebut, pada Minggu pagi, rombongan tim gabungan yang terdiri dari para pakar dan mahasiswa bertolak bersama-sama menggunakan bus menuju titik lokasi. Prosesi penebaran benih di perairan rawa alami Senggiling tersebut berlangsung intensif dan maraton, dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai pada pukul 16.00 WIB.

Berita UMRAH
Tim gabungan akademisi dan mahasiswa saat melepasliarkan benih ikan Betta miniopinna ke habitat rawa alami di kawasan Senggiling, Desa Teluk Sebong, Bintan, Minggu (17/5/2026). (Foto: Dok. UMRAH)
Berita UMRAH

Dalam aksi kali ini, sebanyak 300 ekor benih ikan Betta miniopinna berusia 3 bulan hasil budidaya terkontrol berhasil ditebar. Langkah intervensi ekologis ini diambil guna memulihkan populasi varietas cupang alam endemik tersebut yang kian menyusut akibat tekanan lingkungan serta perubahan fungsi lahan di Pulau Bintan.

Berita UMRAH

Agenda strategis ini menjadi bukti nyata kolaborasi global yang mempertemukan institusi akademis, organisasi konservasi, dan lembaga riset ternama, seperti Asian Species Action Partnership (ASAP), Shoal, Lee Kong Chian Natural History Museum – National University of Singapore (NUS), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Bangka Belitung (UBB), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), serta University of Leeds.

Berita UMRAH
Civitas akademika UMRAH berfoto bersama di Senggiling
Civitas akademika Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) berfoto bersama di lokasi habitat rawa Senggiling, Bintan, usai sukses mengawal aksi restocking 300 ekor ikan endemik, Minggu (17/5/2026). (Foto: Dok. UMRAH)
Berita UMRAH

Melalui sinergi para pakar lintas negara dan keterlibatan aktif mahasiswa di lapangan, kegiatan tidak berhenti pada tahap pelepasan saja. Pemantauan berkala terhadap 300 ekor ikan yang telah dilepasliarkan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan tingkat kelangsungan hidup ekosistem dan kelestarian keanekaragaman hayati di Desa Teluk Sebong.

Dokumentasi Video
Bagi publik yang ingin melihat langsung jalannya proses pelepasan dan rangkuman visual kegiatan ini, dokumentasi video selengkapnya dapat disaksikan dengan Klik di Sini via akun Instagram @himaprodibdpumrah.

Scroll to Top