UMRAH Perkuat Riset Maritim dan Inisiasi Prodi Arkeologi Lewat Seminar EHMAP ke-14
TANJUNG PINANG — Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) resmi menggelar Seminar Antarbangsa EHMAP ke-14 sebagai forum penguatan kolaborasi riset kelautan, perikanan, dan kebudayaan Melayu antarperguruan tinggi Indonesia dan Malaysia. Momentum ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau (UNRI). Selain itu, Rektor UMRAH turut menyerahkan plakat buku pantun karya wisudawan UMRAH kepada UNRI dan Institut Alam dan Tamadun Melayu (ATMA) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) sebagai simbol kemitraan.
Penandatanganan berkas kerja sama antara Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau (UNRI) pada Seminar Antarbangsa EHMAP ke-14.
Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan UNRI, Prof. Dr. Ir. Rifardi, M.Sc., menekankan pentingnya menjaga iklim akademik dan riset yang telah terjalin selama 14 tahun sejak dirintis oleh Prof. Deni bersama Prof. Jamaluddin dari UKM. Menurutnya, tradisi berbagi data dan informasi antarinstitusi harus terus dirawat. Ke depan, ia mendorong perluasan jejaring riset maritim ini agar tidak hanya melibatkan Indonesia dan Malaysia, tetapi juga merambah kawasan Asia Tenggara dengan menggandeng akademisi dari Thailand, Filipina, hingga Singapura.
Kegiatan internasional ini dibuka langsung oleh Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA., yang menyambut jajaran delegasi dari Malaysia serta akademisi dari Riau dan Jawa Barat. Dalam pidatonya, ia menegaskan kembali komitmen UMRAH untuk menjadi pusat unggulan pendidikan, riset, dan peradaban maritim di Asia Tenggara pada 2040 melalui sejumlah langkah strategis.
Rektor UMRAH Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA. saat menyampaikan pidato pembukaan dan pemaparan rencana strategis kampus.
Salah satu poin utama yang disampaikan Prof. Agung adalah rencana pengembangan program studi akademis baru yang berfokus pada sejarah dan budaya bahari.
“Hasil diskusi kita sudah menginisiasi sebuah pembelajaran baru. UMRAH harus membuka sebuah prodi yang sangat menarik yang kaitannya dengan peradaban masa lalu, masa lampau, dan masa kini, yaitu Arkeologi Maritim.”
— Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA. (Rektor UMRAH)
Guna mendukung pelestarian dan kemajuan peradaban maritim Nusantara tersebut, UMRAH juga bersiap mendirikan Fakultas Sastra Melayu dan Budaya Bahari.
Rangkaian acara pembukaan yang kental akan nilai kebudayaan ini kemudian ditutup dengan kehangatan khas Melayu. Para pimpinan universitas dan pemateri saling berbalas pantun, mencerminkan kuatnya akar budaya yang mengikat peradaban maritim kedua negara.
Penyerahan plakat dan buku pantun karya wisudawan UMRAH dari Rektor UMRAH kepada perwakilan UNRI dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) sebagai simbol kehormatan.