FIKP UMRAH Gelar Marine Gurindam Seminar Series ke-14: Solusi Sains & Rekayasa Genetika untuk Pemuliaan Ikan Air Payau dan Laut
TANJUNGPINANG โ Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar kegiatan ilmiah berkala Marine Gurindam Seminar Series ke-14 pada Selasa, 13 Oktober 2026. Seminar bertajuk “Pemuliaan Ikan Air Payau dan Laut” ini dilaksanakan secara tatap muka di Hall Gallery Tamadun Maritim Lt. 1, Gedung Satu Gurindam (Gedung A), Kampus UMRAH Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Acara ilmiah ini menghadirkan Pakar Rekayasa Genetika Ikan dari IPB University, Prof. Dr. Alimuddin, S.Pi., M.Sc., sebagai narasumber tunggal untuk memaparkan strategi pemuliaan komoditas perikanan akuakultur modern.
Poster resmi kegiatan Marine Gurindam Seminar Series ke-14 FIKP UMRAH yang menghadirkan Prof. Dr. Alimuddin, S.Pi., M.Sc. dari IPB University.
Inovasi Metode Pemuliaan: Konvensional hingga Modern
Dalam sesi pemaparannya, Prof. Alimuddin menjelaskan bahwa pemuliaan biota air payau dan laut bertujuan untuk menghasilkan induk serta benih unggul yang memiliki performa pertumbuhan cepat, tahan terhadap penyakit dan cekaman lingkungan, serta efisien dalam penggunaan pakan.
Ia membagi pendekatan pemuliaan menjadi dua kelompok utama, yaitu metode konvensional dan modern:
Metode Konvensional: Meliputi seleksi individu/massa, seleksi famili, serta persilangan (hibridisasi). Salah satu contoh sukses hibridisasi di Indonesia adalah pelepasan varietas Ikan Nila Srikandi (hasil silangan Nila Nirwana betina dengan Nila Biru jantan) dan Ikan Kerapu Cantang (silangan Kerapu Macan dengan Kerapu Kertang).
Metode Modern (Berbasis Bioteknologi): Memanfaatkan seleksi berbasis marka molekuler (DNA/SNP), transgenesis (GMO), hingga genome editing (seperti teknologi CRISPR/Cas9).
Prof. Alimuddin menekankan bahwa seleksi berbasis marka DNA seperti Single Nucleotide Polymorphism (SNP) terbukti efektif mempercepat akumulasi gen ketahanan penyakit, seperti pada udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang tahan terhadap infeksi White Spot Syndrome Virus (WSSV). Selain itu, teknologi genome editing mampu merekayasa gen penekan pertumbuhan (myostatin) untuk menghasilkan varietas komersial dengan rendemen daging lebih tinggi dan efisiensi pakan yang meningkat secara signifikan.
Prof. Dr. Alimuddin, S.Pi., M.Sc. menyampaikan materi mengenai metode pemuliaan ikan air payau dan laut di hadapan peserta seminar di Hall Gallery Tamadun Maritim UMRAH.
Sesi Diskusi dan Foto Bersama
Kegiatan yang dimulai pada pukul 13.00 WIB ini berlangsung secara interaktif dan dihadiri oleh jajaran pimpinan FIKP UMRAH, dosen, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai program studi kelautan dan perikanan. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar implementasi teknologi pemuliaan genetik pada komoditas lokal Kepulauan Riau seperti kakap putih, kerapu, dan bawal bintang.
Rangkaian seminar ilmiah diakhiri dengan penyerahan apresiasi dan sesi foto bersama antara pimpinan fakultas, narasumber, serta seluruh peserta seminar.
Narasumber Prof. Dr. Alimuddin foto bersama jajaran pimpinan, akademisi, dan dosen FIKP UMRAH seusai pemaparan materi.
Foto bersama seluruh civitas akademika dan peserta seminar Marine Gurindam Series ke-14 FIKP UMRAH.